Meta Ads (Facebook & Instagram Ads) tetap menjadi salah satu platform paling efektif untuk meningkatkan penjualan. Namun, banyak bisnis yang justru merugi atau boncos saat beriklan. Pengalaman saya menangani berbagai klien UMKM hingga perusahaan besar menunjukkan bahwa masalahnya bukan pada sistem Meta—tetapi pada cara advertiser mengelola kampanye mereka.
Dalam artikel ini, saya membahas 10 kesalahan paling umum yang menyebabkan Meta Ads boncos, lengkap dengan pembahasan teknis yang sering digunakan para profesional digital marketing.
1. Salah Memilih Campaign Objective
Objective adalah fondasi utama dalam sistem algoritma Meta. Kesalahan memilih objective akan membuat iklan “belajar” ke arah yang salah.
Kesalahan paling umum:
- Mau penjualan → menggunakan Traffic
- Mau lead → menggunakan Engagement
- Mau transaksi → menggunakan Reach
Kenapa ini membuat boncos?
Karena Meta akan mengejar pengguna yang paling mudah mencapai objektif, bukan yang paling mudah membeli.
Solusi Profesional:
Selalu gunakan objective sesuai tujuan akhir, misalnya:
- Lead → Leads
- Penjualan → Sales
- Chat → Messages
2. Targeting Terlalu Luas atau Tidak Relevan
Hasil analisis pada lebih dari 200 kampanye klien saya menunjukkan bahwa target yang tidak relevan adalah penyebab terbesar pemborosan budget.
Contoh kesalahan:
- Memilih interest hanya karena populer
- Target terlalu luas tanpa data
- Tidak menggunakan Custom Audience
Solusi:
Gunakan kombinasi targeting profesional:
- Interest relevan
- Behavior buyer
- Lookalike dari database pembeli
- Retargeting interaksi website
- Custom Audience IG & FB Engagers
3. Creative Tidak Menjual dan Tidak Berbasis Data
Di dunia periklanan modern, creative berkontribusi 70% terhadap hasil iklan. Tanpa creative yang kuat, algoritma tidak akan bisa bekerja optimal.
Kesalahan umum:
- Design statis tanpa konteks
- Tidak ada hook
- Tidak ada pesan emosional
- Tidak ada CTA kuat
Solusi:
Gunakan framework creative:
Hook → Problem → Value → Benefit → Social Proof → CTA
Ini adalah struktur yang digunakan oleh banyak agensi besar untuk meningkatkan conversion rate.
4. Tidak Melakukan A/B Testing
Meta Ads sangat bergantung pada eksperimen. Iklan yang tidak diuji berarti tidak bisa menemukan versi terbaik.
Kesalahan yang sering dilakukan:
- Hanya membuat 1 desain
- Tidak split testing antara audience
- Tidak testing headline
Solusi:
Setiap adset minimal memiliki:
- 3–5 creative
- 2–3 angle
- 2–3 headline
Baca Artikel Lainnya Juga ya: Kenapa Meta Ads Bisa Boncos? Penyebab, Analisis, dan Cara Mengatasinya
5. Pixel dan Conversion API Tidak Optimal
Sebagai praktisi marketing, ini adalah masalah teknis yang paling sering saya temukan. Pixel yang tidak berfungsi akan membuat algoritma kehilangan kemampuan belajar.
Masalah umum:
- Event duplikasi
- Event tidak terkirim
- Purchase tidak tercatat
- Event mismatch antara Pixel dan CAPI
Solusi:
Gunakan:
- Meta Events Manager
- Meta Diagnostic Tools
- Integasi CAPI via server atau platform ecommerce
6. Landing Page Tidak Siap untuk Konversi
Sebagus apa pun iklan Anda, jika landing page buruk, hasilnya akan tetap boncos.
Banyak advertiser lupa bahwa klik bukan konversi.
Ciri LP tidak optimal:
- Loading >3 detik
- CTA tidak jelas
- Konten tidak informatif
- Tidak mobile friendly
Solusi Landing Page Professional:
- Gunakan headline yang menyelesaikan masalah
- Tambahkan USP jelas
- Tampilkan 5–10 social proof
- Gunakan CTA yang visible
7. Budget Tidak Sesuai dengan Fase Optimasi
Budget yang terlalu kecil membuat algoritma tidak keluar dari fase Learning Limited. Sebaliknya, budget terlalu besar bisa membakar uang sebelum menemukan winning ads.
Solusi:
- Testing: Rp 50.000–150.000 per adset
- Optimasi: Rp 150.000–300.000
- Scaling: naik 15–20% setiap 48 jam
8. Tidak Melakukan Retargeting (Padahal Ini yang Paling Menghasilkan)
Menurut data Meta, 70–80% konversi datang dari retargeting.
Namun banyak advertiser hanya fokus pada prospecting.
Solusi Retargeting Profesional:
- Add to cart 14–30 hari
- Video viewers
- IG/FB Engagers
- Website visitors
- Customer list
9. Kurang Monitoring & Tidak Punya SOP Optimasi Harian
Menganggap iklan “jalan sendiri” adalah kesalahan fatal.
Meta berubah cepat, dan performa iklan harus diaudit setiap hari.
Yang perlu dicek:
- CTR
- CPC
- CPM
- Add to Cart Rate
- Purchase ROAS
10. Ekspektasi Tidak Realistis
Meta Ads bukan magic button.
Bahkan agensi besar sekalipun butuh waktu untuk testing.
Tanpa pemahaman bahwa iklan adalah proses, bukan keajaiban instan, advertiser akan merasa boncos padahal mereka belum masuk fase optimasi.


